Pancasila Jadi Fondasi Pembangunan dan Penguatan Persatuan Bangsa
LAMPUNG SELATAN — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menyukseskan program pembangunan pemerintah. Penegasan itu disampaikan saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (23/12/2025).
Dalam kegiatan yang dihadiri kader dan tokoh masyarakat tersebut, Mukhlis Basri menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus terus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah tantangan sosial dan politik yang semakin kompleks.
“Nilai-nilai Pancasila bukan hanya slogan, tetapi pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Jika Pancasila kita jalankan dengan sungguh-sungguh, maka persatuan akan kuat dan pembangunan pemerintah dapat berjalan dengan baik dan berkeadilan,” ujar Mukhlis Basri.
Ia juga menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional dengan tetap menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan semangat kebangsaan.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan Asmara dan Supriyati, Ketua PAC Partai setempat Untung, serta tokoh partai Darmadi CP.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan, Lesty Putri Utami, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI sejalan dengan komitmen PDI Perjuangan dalam membumikan Pancasila hingga ke tingkat desa.
“PDI Perjuangan konsisten memperjuangkan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran politik rakyat agar tetap berpihak pada persatuan dan kesejahteraan,” kata Lesty Putri Utami.
Ia berharap, melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Kertosari semakin memahami perannya sebagai warga negara dalam mendukung pembangunan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, ditandai dialog interaktif antara narasumber dan peserta mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan di daerah. (*).






