Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan lonjakan signifikan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung sepanjang 2025 yang menembus angka 24,7 juta orang, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah hingga Rp53,11 triliun.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya daya saing pariwisata Lampung di tingkat nasional, sekaligus bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pariwisata bukan hanya soal jumlah kunjungan, tetapi bagaimana kehadiran wisatawan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Data ini menunjukkan pariwisata Lampung telah menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, meningkat 53,50 persen dibandingkan tahun 2024. Rata-rata pengeluaran wisatawan tercatat sekitar Rp2,15 juta per orang, yang turut memperkuat sektor riil dan konsumsi masyarakat.
Pertumbuhan sektor pariwisata sepanjang 2025 berdampak langsung terhadap pelaku usaha lokal. Lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, dan akomodasi mengalami peningkatan aktivitas usaha. Selain itu, sektor ini juga menyerap 254.298 tenaga kerja, baik formal maupun informal, sehingga berkontribusi menekan tingkat pengangguran di Lampung.
Dari sisi infrastruktur, Lampung kini ditopang 544 hotel berbintang dan nonbintang dengan lebih dari 16.000 kamar, serta tingkat hunian kamar mencapai 48,93 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut turut mengantarkan Lampung masuk 10 besar destinasi wisata nasional pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 versi Kementerian Pariwisata, menempati peringkat ke-10 nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Bobby Irawan menyebut destinasi pantai masih menjadi magnet utama wisatawan domestik. Ia optimistis target kunjungan wisatawan domestik yang ditetapkan pemerintah pusat dapat terlampaui seiring tren peningkatan kunjungan yang terus berlanjut. (*).






