Sinergi Pengusaha Lampung: Bangkit, Bertumbuh, Berdaya

Bidang Boemkraf PKS Lampung Hadirkan Ruang Kolaborasi Strategis di Ballroom Horison

BANDARLAMPUNG – Lebih dari seratus pengusaha dari berbagai sektor di Provinsi Lampung berkumpul dalam satu frekuensi dalam acara Temu Pengusaha Lampung yang digelar di Ballroom Hotel Horison, Rabu (28/1). Mengusung tema besar “Bangkit, Bertumbuh, Berdaya”, forum yang diinisiasi oleh Bidang Boemkraf DPW PKS Lampung ini resmi menjadi ruang inkubasi gagasan dan penguatan jejaring bisnis daerah.

Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kunci kemajuan ekonomi saat ini terletak pada pertemuan antar ide. Ia memandang para pengusaha sebagai motor penggerak yang harus saling terkoneksi.

“Pertemuan ini adalah ruang bertemunya banyak ide. Jika ide berdiri sendiri, ia hanya sebatas gagasan. Namun ketika para pengusaha berkumpul dan saling bertukar pikiran, ide-ide itu bisa saling menguatkan dan berpeluang besar untuk diwujudkan,” ujar Ade Utami di hadapan para pelaku usaha.

Tantangan bisnis yang kian dinamis menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Ketua Bidang Boemkraf DPP PKS, Acep Lulu Iddin, mengingatkan bahwa di era perubahan cepat, eksklusivitas adalah hambatan.
“Tantangan bisnis hari ini sangat berbeda. Tidak ada pengusaha yang bisa sukses jika berjalan sendiri. Kolaborasi dan jejaring menjadi kunci utama,” tegas Acep.

Senada dengan itu, Ketua Boemkraf DPW PKS Lampung, Redi Fatolah, berharap agenda ini menjadi jembatan permanen bagi pengusaha lokal untuk saling menguatkan daya saing.

Acara semakin bernyawa dengan sesi sharing session dari praktisi bisnis, Nur Salim. Ia membedah realita dunia usaha yang tidak pernah lepas dari hambatan.

Kepada peserta, ia menekankan dua instrumen utama dalam berbisnis:
* Visi yang Jelas: Menentukan arah ke mana bisnis akan dibawa dalam jangka panjang.
* Keberanian Risiko: Kemampuan adaptasi dan nyali untuk menghadapi ketidakpastian pasar.

“Setiap usaha pasti memiliki tantangan. Yang membedakan adalah keberanian mengambil risiko dan kejelasan visi dalam menjalankan bisnis,” ungkap Nur Salim memotivasi.

Melalui kegiatan ini, PKS Lampung melalui Boemkraf berkomitmen untuk terus mengawal kemandirian ekonomi daerah melalui penyediaan ruang kolaborasi yang sehat bagi para pejuang ekonomi di Bumi Ruwa Jurai. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *