Bandar Lampung — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri, mendorong agar rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) kembali dibahas secara serius dan dipertimbangkan masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Ia menilai, proyek tersebut sangat strategis untuk memperkuat konektivitas Pulau Jawa dan Sumatera.
Pernyataan tersebut disampaikan Mukhlis Basri dalam makan siang bersama di Lamban Sabah Resto, Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026), yang merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Lampung.
Mukhlis mengingatkan bahwa gagasan pembangunan JSS bukan hal baru. Proyek ini pernah digaungkan oleh mantan Gubernur Lampung dua periode, Sjachroedin ZP, dan hingga kini masih relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Jembatan Selat Sunda ini sangat strategis. Ini bukan wacana baru, dulu sudah pernah digaungkan. Menurut saya, sudah saatnya dibahas kembali secara serius,” ujar Mukhlis.
Ia menilai, pembangunan JSS berpotensi menjadi proyek monumental yang membanggakan Indonesia sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan antarwilayah. Bahkan, Mukhlis menyebut JSS bisa menjadi ikon kepemimpinan nasional ke depan.
“Kalau Presiden Jokowi punya IKN, kenapa Presiden Prabowo tidak punya Jembatan Selat Sunda? Ini bisa menjadi kebanggaan nasional,” tegasnya.
Kunjungan kerja Komisi V DPR RI tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dan rombongan diterima langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Berdasarkan rundown yang diterima, agenda kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Lampung meliputi peninjauan exit Tol Lematang, peninjauan kawasan kota baru, serta diskusi dan dialog bersama kepala daerah terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi Lampung. (*).






