Bhara Pelita di Mutun, Saat Bhayangkara Membersihkan Alam Menjalankan Instruksi Presiden
Bandarlampung — Pagi di Pantai Mutun tak hanya diisi debur ombak dan jejak wisatawan. Derap sepatu lars, rompi cokelat, dan tangan-tangan yang memungut sampah menjadi pemandangan utama. Di bawah panji Bhara Pelita—Bhayangkara Peduli Lingkungan dan Tempat Wisata—Polda Lampung menggelar aksi bersih-bersih lingkungan berskala besar, sebuah kerja nyata menindaklanjuti instruksi langsung Presiden Republik Indonesia.
Pantai Mutun, salah satu destinasi wisata unggulan Lampung, dipilih bukan tanpa alasan. Di titik pertemuan alam, pariwisata, dan kehidupan masyarakat pesisir inilah pesan negara ingin disampaikan: menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, termasuk aparat keamanan.
Sejak pagi, seluruh satuan kerja Polda Lampung dikerahkan. Personel Brimob, polisi lalu lintas, intelijen, hingga staf pendukung turun langsung menyisir bibir pantai, semak pesisir, hingga area-area yang kerap luput dari perhatian. Sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah anorganik dikumpulkan—sebagian dipilah, sebagian diangkut untuk didaur ulang.
Aksi Bhara Pelita bukan sekadar korve rutin. Ia menjadi simbol kehadiran Polri di ruang publik dengan wajah yang berbeda: membumi, bekerja bersama warga, dan menyatu dengan persoalan lingkungan. Masyarakat sekitar pun ikut bergabung, membentuk barisan gotong royong yang jarang terlihat dalam rutinitas harian.
“Ini bukan kegiatan seremonial,” ujar perwakilan pimpinan Polda Lampung di sela kegiatan. “Instruksi Bapak Presiden sangat tegas. Aparat negara harus ikut bertanggung jawab menjaga kelestarian alam dan mendukung pariwisata. Bhara Pelita adalah wujud komitmen Bhayangkara untuk hadir dan peduli.”
Pantai Mutun hari itu menjadi ruang dialog tanpa mimbar—antara polisi dan warga, antara negara dan alam. Tidak ada sekat komando, yang ada hanya kerja bersama demi pantai yang bersih dan laut yang lestari.
Lebih dari sekadar membersihkan sampah, Bhara Pelita membawa pesan jangka panjang. Kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan objek wisata diharapkan tumbuh, tidak hanya bagi masyarakat pesisir, tetapi juga wisatawan yang datang menikmati keindahan Lampung.
Ke depan, Bhara Pelita akan terus digalakkan sebagai program prioritas Polda Lampung—mengikat tugas keamanan dengan kepedulian lingkungan. Karena di Pantai Mutun, Bhayangkara telah menunjukkan: menjaga alam adalah bagian dari menjaga negeri. (*)






