BANDAR LAMPUNG – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Lampung mengapresiasi langkah Rahmat Mirzani Djausal yang mempercepat perbaikan ruas jalan provinsi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.
Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung yang juga anggota Komisi IV, M. Hazizi, menegaskan percepatan perbaikan jalan meski bersifat sementara tetap patut diapresiasi.
“Memang ini perbaikan sementara, tetapi tetap harus kita apresiasi. Karena untuk pengerjaan jalan tahun 2026 saat ini masih masuk tahap tender dan akan mulai dikerjakan Maret atau pasca-Lebaran. Harapannya setelah proyek berjalan, semua jalan provinsi di Lampung ini mulus tanpa ada lubang, sesuai target jalan provinsi yang berkualitas,” ujar Hazizi kepada Koran Editor, Selasa (24/2).
Ia menilai kebijakan percepatan tersebut efektif dalam jangka pendek, terutama untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat menjelang mudik. Namun, untuk jangka panjang, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas struktur jalan agar tidak sekadar tambal sulam.
“Untuk arus mudik, ini tentu berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Target bebas lubang di ruas-ruas strategis sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan,” tegasnya.
Terkait anggapan bahwa percepatan ini merupakan respons atas tekanan publik, Hazizi melihatnya sebagai kombinasi antara respons cepat pemerintah dan bagian dari rencana kerja infrastruktur yang telah disusun.
“Gubernur sudah menyampaikan fokus pada pemeliharaan rutin dan darurat, sementara pembangunan tetap mengikuti tahapan administrasi. Artinya ini bukan kebijakan dadakan, tetapi percepatan dari agenda yang sudah ada,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung dalam memastikan konektivitas jalan provinsi dan nasional menjelang Lebaran.
“Koordinasi harus diperkuat. Jangan sampai jalan nasional mulus, tapi jalan provinsi berlubang, atau sebaliknya. Infrastruktur ini saling terhubung dan menentukan kelancaran mobilitas masyarakat,” katanya.
Meski mendukung percepatan, Fraksi PAN mengingatkan agar tidak ada tebang pilih dalam penanganan jalan.
“Pesan kami jangan ada tebang pilih dalam perbaikan jalan di Lampung. Semua wilayah berhak mendapatkan perhatian yang sama,” tandas Hazizi.
Dari sisi legislatif, DPRD Lampung, lanjutnya, akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran dan progres pekerjaan di lapangan.
“Kami di DPRD tentu melakukan pengawasan agar pelaksanaan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Ini penting agar kualitas pekerjaan terjaga dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Menurut Hazizi, tantangan utama yang dihadapi pemerintah daerah saat ini adalah keterbatasan waktu menjelang mudik, proses administrasi proyek yang masih berjalan, serta kebutuhan anggaran yang besar untuk perbaikan menyeluruh.
Ia berharap, pasca-Idul Fitri, proyek peningkatan struktur jalan—termasuk opsi betonisasi di sejumlah titik—dapat direalisasikan agar solusi yang dihadirkan lebih permanen dan berkelanjutan.
“Percepatan ini bisa membangun kepercayaan publik jika konsisten dilanjutkan dengan pembangunan jangka panjang. Masyarakat tentu ingin melihat perubahan yang nyata dan merata,” pungkasnya. (*).






