BANDAR LAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) resmi mengumumkan tujuh startup terbaik ajang Darmajaya Startup Competition (DSC) 2026, Senin (23/2/26). Ketujuh tenant terpilih berhak memperoleh total pendanaan inkubasi sebesar Rp100 juta untuk mempercepat pengembangan bisnis mereka.
Pendanaan tersebut dikucurkan secara proporsional sesuai kebutuhan masing-masing startup, sehingga diharapkan mampu mendorong percepatan pertumbuhan usaha secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
DSC 2026 mencatat antusiasme tinggi dengan 108 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 50 tim terbaik lolos seleksi berkas dan melaju ke tahap pitching. Setelah melalui proses penilaian ketat yang menitikberatkan pada aspek inovasi, kekuatan model bisnis, serta kesiapan pengembangan usaha, terpilih tujuh startup sebagai pemenang utama.
Adapun tujuh startup terbaik tersebut yakni Browkies.bite (Alfingka Mutia Rahma Nitha – Manajemen), Ruang Canda Trip (Rovaldi Rohman – Manajemen), DiaBets (Rozi Pratama – Akuntansi), Eco Raose (Nayla Ziffa Delila – Manajemen), BraniiX (Ibnu Hari Saputra – Akuntansi), Jasmine Galery (Jasmine – Bisnis Digital), serta Sudut Rasa (Muhammad Frank Excel Ali – Bisnis Digital).
Kepala UPT Inkubitek IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, menegaskan kompetisi ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam mencetak wirausaha muda berbasis inovasi dan teknologi.
“Kami tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga pendampingan intensif agar para tenant mampu scale up dan siap masuk ke pasar yang lebih luas. Inkubasi ini dirancang agar startup mahasiswa tidak berhenti di ide, tetapi benar-benar tumbuh menjadi bisnis yang berdaya saing,” ujarnya.
Pasca penetapan pemenang, ketujuh startup akan memasuki fase inkubasi intensif di bawah pembinaan Inkubitek. Program ini mencakup mentoring terstruktur, penguatan model bisnis, pengembangan produk, hingga strategi perluasan akses pasar.
Menurut Lilla, skema pendanaan berbasis kebutuhan dirancang agar dukungan yang diberikan selaras dengan tahapan perkembangan masing-masing startup. Melalui DSC 2026, pihaknya menargetkan para tenant mampu meningkatkan daya saing, memperluas jejaring, serta menembus pasar regional hingga nasional.
Ajang DSC 2026 sekaligus menegaskan peran kampus sebagai motor penggerak ekosistem kewirausahaan mahasiswa di Lampung, dengan mendorong lahirnya startup inovatif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan. (*).






