Lampung Selatan – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan menyampaikan kecaman keras terhadap oknum berinisial Jalu yang diduga melakukan tindakan provokatif, penyebaran fitnah, serta upaya memecah belah gerakan mahasiswa di Lampung Selatan.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam momentum konsolidasi lanjutan pasca aksi evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Lampung Selatan. Massa aksi menilai, gerakan mahasiswa harus tetap berdiri di atas nilai intelektualitas, independensi, serta semangat persatuan, bukan justru dilemahkan oleh narasi-narasi provokatif yang tidak berdasar.
Koordinator lapangan menyampaikan bahwa tuduhan dan informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas berpotensi mencederai marwah perjuangan mahasiswa. “Gerakan ini lahir dari kegelisahan akademik dan aspirasi rakyat. Kami tidak akan membiarkan adanya upaya adu domba yang melemahkan solidaritas,” tegasnya.
Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan juga mengimbau seluruh elemen mahasiswa untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Mereka menegaskan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam dinamika organisasi, namun penyebaran fitnah dan framing negatif bukanlah bagian dari tradisi intelektual.
Selain itu, massa aksi meminta oknum yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi terbuka serta menghentikan segala bentuk narasi yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal di kalangan mahasiswa.
Dalam pernyataan penutupnya, Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada substansi perjuangan, mengawal aspirasi masyarakat, serta menjaga soliditas gerakan mahasiswa di Lampung Selatan.
“Gerakan mahasiswa tidak boleh dikerdilkan oleh kepentingan personal. Persatuan adalah kekuatan utama kami dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” tutup pernyataan tersebut. (*).






