Kuliah Sambil Cuan, Mahasiswi Darmajaya Sukses Rintis Usaha Bakso Aci

Ilmu Teknologi Pangan Dibuktikan Bisa Langsung Jadi Bisnis

Bandarlampung — Semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa kembali terlihat di lingkungan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Seorang mahasiswi semester II Program Studi Teknologi Pangan, Khoirinnisa Zalyanti, berhasil membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat langsung diterapkan dalam dunia usaha.

Mahasiswi yang akrab disapa Kai ini merintis bisnis bakso aci sejak masih aktif kuliah. Usaha tersebut dijalankan setelah jam perkuliahan maupun pada akhir pekan, dengan lokasi berjualan di kawasan pusat Kota Bandarlampung, tepatnya di depan Masjid Raya Al-Bakrie.

Kai menuturkan bahwa perkuliahan di Program Studi Teknologi Pangan tidak hanya berisi teori, tetapi juga memberikan pemahaman praktis yang dapat diterapkan langsung dalam bisnis kuliner.

“Di Teknologi Pangan itu bukan cuma belajar teori, tetapi benar-benar bisa diterapkan ke bisnis. Mulai dari cara memilih bahan baku yang berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, sampai memahami daya tahan produk,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (6/3/2026).

Perjalanan usaha Kai dimulai sejak 2023 melalui sistem penjualan daring dengan layanan antar di kawasan Teluk dan Karang. Seiring berkembangnya usaha, sejak September 2025 ia mulai membuka lapak langsung di kawasan Al Bakrie.

Meski demikian, ia mengakui bahwa menjalankan bisnis sembari menempuh pendidikan bukan perkara mudah. Pada awal merintis usaha, Kai sempat kesulitan membagi waktu antara aktivitas kuliah dan usaha.

“Saya sempat kewalahan membagi waktu, tetapi dari situ saya belajar manajemen waktu dan tanggung jawab,” katanya.

Menurut Kai, kuliah di Teknologi Pangan justru membuatnya lebih percaya diri dalam menjalankan usaha karena bisnis yang dijalankan selaras dengan bidang ilmu yang dipelajarinya. Ke depan, ia berencana mengembangkan usaha tersebut dengan melakukan diversifikasi produk serta meningkatkan standar kualitas produksi.

“Saya ingin melakukan diversifikasi produk. Harapannya usaha saya bisa berkembang lebih besar dan memiliki standar kualitas yang lebih baik,” ujarnya optimistis.

Kisah Kai menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak harus menunggu wisuda untuk memulai bisnis. Dengan bekal ilmu, keberanian, serta manajemen waktu yang baik, peluang usaha dapat diciptakan bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *