Kolaborasi Pemprov Lampung dan BRI dinilai menjadi titik temu strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi desa berbasis potensi lokal. Namun, tantangan terbesar ada pada konsistensi implementasi di lapangan.
Langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang mengintegrasikan Program Desaku Maju dengan Program Desa BRILiaN dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) patut diapresiasi sebagai upaya memperkuat arah pembangunan berbasis desa. Sinergi ini tidak sekadar kerja sama programatik, melainkan peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi pedesaan yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pandangan ini sejalan dengan realitas bahwa Lampung memiliki kekuatan utama di sektor pertanian, terutama padi, jagung, singkong, hingga kopi. Namun, kekuatan produksi ini kerap terjebak pada pola lama: menjual bahan mentah dengan nilai tambah yang minim.
Di sinilah relevansi kolaborasi tersebut diuji. Program Desaku Maju yang menitikberatkan pada penguatan SDM, BUMDes, koperasi, hingga inovasi lokal, jika berjalan bersamaan dengan ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan Desa BRILiaN, berpotensi menciptakan lompatan ekonomi desa yang lebih terstruktur.
Namun demikian, pengalaman banyak program serupa menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada konsep, melainkan pada eksekusi. Koordinasi lintas lembaga, pendampingan yang berkelanjutan, serta keseriusan dalam membangun kelembagaan ekonomi desa menjadi faktor penentu keberhasilan.
Jika hanya berhenti pada seremoni kolaborasi, maka potensi besar ini akan kembali menjadi narasi tanpa dampak. Tetapi jika dijalankan secara konsisten, terukur, dan berbasis kebutuhan riil desa, Lampung berpeluang menjadi model nasional pembangunan ekonomi berbasis desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, kunci dari Desaku Maju dan Desa BRILiaN bukan sekadar “desa maju”, tetapi “desa berdaulat secara ekonomi”—di mana petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pelaku utama rantai nilai yang lebih adil dan menguntungkan. (*).






