Pemprov-BRI Sepakat Percepat Pengembangan Desa Berbasis Potensi Lokal
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik kolaborasi antara Program Desaku Maju milik Pemerintah Provinsi Lampung dengan Program Desa BRILiaN dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima kunjungan kerja PT BRI Regional Office Bandar Lampung di ruang kerjanya, Senin (20/4). Pertemuan itu membahas sinergi pengembangan desa agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung memiliki kekuatan besar di sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas padi, jagung, dan singkong.
Menurutnya, potensi tersebut harus terhubung langsung dengan program pembangunan desa agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin petani tidak hanya produksi, tapi juga punya nilai tambah, baik dari pengolahan, pemasaran, hingga kelembagaan ekonominya,” ujar Gubernur Mirza.
Ia menjelaskan, Program Desaku Maju mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sektor unggulan, termasuk pelatihan SDM, penguatan BUMDes dan koperasi, serta dukungan alat produksi dan inovasi berbasis kebutuhan lokal.
Dengan pendekatan tersebut, komoditas desa diharapkan tidak hanya berhenti sebagai hasil panen, tetapi juga berkembang menjadi produk bernilai tambah seperti industri pangan olahan, pakan ternak, hingga produk turunan lainnya.
“Kalau ini berjalan optimal, desa bisa mandiri. Ekonomi tumbuh dari desa, petani sejahtera, dan Lampung semakin kuat sebagai penopang pangan nasional,” katanya.
Gubernur Mirza juga menilai kolaborasi dengan BRI menjadi langkah tepat karena memiliki visi yang sejalan dalam pembangunan desa.
“Kita kolaborasi, punya lokus yang sama. Bersama menyatukan kekuatan untuk memajukan desa dan memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki,” tegasnya.
Sementara itu, Regional CEO PT BRI Regional Office Bandar Lampung Andreas Chandra Santoso mengatakan Program Desa BRILiaN yang dimiliki BRI memiliki konsep serupa dengan Desaku Maju, yaitu pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
“Kami punya program yang sama, yaitu terkait pembangunan dan pemberdayaan desa. Konsepnya melalui penguatan ekonomi desa agar desa maju dengan potensi yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi kedua program akan difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan daerah seperti padi, singkong, jagung, dan kopi.
Menurutnya, BRI menargetkan sekitar 90 desa binaan pada tahun ini, termasuk desa-desa yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
“Potensi lokal yang jadi andalan provinsi akan kita dorong bersama. Tadi juga disampaikan ada 30 desa kandidat dari Pemprov yang akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Andreas menegaskan, kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi desa sebagai motor pertumbuhan baru di Lampung.
“Ketika disatukan, ternyata konsep dan tujuannya sama. Ini menjadi potensi besar untuk berkembang bersama dan memajukan desa,” pungkasnya. (dbs).






