PKS Lampung Tekankan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Perempuan
Bandarlampung — Peringatan Hari Kartini 2026 dimaknai lebih luas sebagai momentum mendorong perempuan Indonesia berperan aktif dalam memperkuat ekonomi keluarga. Tak hanya soal kesetaraan pendidikan, semangat perjuangan R.A. Kartini kini dinilai semakin relevan dalam konteks kemandirian ekonomi perempuan di era modern.
Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung, Yuni Karnelis, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga bagaimana perempuan mampu berdaya secara ekonomi, mandiri, dan menjadi penggerak kesejahteraan keluarga,” ujar Yuni, Senin (20/4).
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi perempuan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi tanpa meninggalkan peran domestik. Berbagai usaha mikro seperti kuliner rumahan, kerajinan tangan, hingga bisnis berbasis digital kini banyak digerakkan oleh kaum perempuan.
“Perempuan sekarang memiliki banyak ruang untuk berkarya. Dengan keterampilan dan akses teknologi, mereka bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarga secara signifikan,” tambahnya.
Yuni juga menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi dalam mengelola ekonomi keluarga. Kemampuan mengatur pengeluaran, menabung, hingga berinvestasi dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas rumah tangga di tengah dinamika ekonomi.
“Perempuan yang cerdas secara finansial akan mampu menjaga keseimbangan ekonomi keluarga, bahkan di tengah kondisi yang tidak menentu,” jelasnya.
Ia mengapresiasi berbagai program pemerintah dan lembaga yang mendorong pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, serta pendampingan usaha. Namun, ia mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan berupa kesenjangan akses terhadap pendidikan dan peluang ekonomi.
“Diperlukan dukungan semua pihak—keluarga, masyarakat, dan kebijakan pemerintah—agar perempuan bisa berkembang secara optimal dan berdaya saing,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yuni menilai bahwa ketika perempuan berdaya secara ekonomi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga terhadap kualitas generasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ketika perempuan kuat, keluarga menjadi kokoh. Dari keluarga yang kuat, lahir bangsa yang maju,” pungkasnya.
Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” pun kembali digaungkan sebagai simbol harapan bahwa dari keterbatasan akan selalu lahir peluang menuju kesejahteraan.
Selamat Hari Kartini 2026 — Semangat Kartini, Meningkatkan Kualitas Perempuan dan Keluarga, Berkontribusi untuk Bangsa. (*)






