Ruas Wates–Metro Ditarget Tahan Lama, Dorong Konektivitas Ekonomi
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung mengawal proyek perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang menelan anggaran Rp14,67 miliar. Ia menegaskan, pembangunan harus menghasilkan kualitas terbaik demi mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan saat groundbreaking sekaligus peninjauan proyek di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu (22/4). Proyek ini memiliki panjang penanganan efektif 1,345 kilometer dan menggunakan konstruksi rigid pavement (perkerasan beton) untuk meningkatkan daya tahan jalan.
“Pekerjaan ini bukan hanya dinilai pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini. Dampaknya besar bagi perekonomian dan masa depan Lampung,” tegas Gubernur Mirza.
Ia meminta kontraktor, konsultan, dan pengawas bekerja maksimal serta mematuhi seluruh standar teknis. Pengawasan ketat, menurutnya, menjadi kunci agar jalan tidak cepat rusak seperti sebelumnya.
Selain kualitas konstruksi, Gubernur juga menyoroti pentingnya sistem drainase. Ia menemukan masih banyak saluran air yang tersumbat serta bahu jalan yang tidak terawat.
“Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan harus dirapikan,” ujarnya.
Gubernur Mirza turut menginstruksikan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar seluruh ruas yang telah dijadwalkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Untuk ruas yang belum bisa ditingkatkan permanen, diminta dilakukan perbaikan sementara (patching) agar tetap fungsional.
Dalam dialog dengan pemerintah desa setempat, terungkap bahwa ruas jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki secara menyeluruh dan perbaikan sebelumnya tidak bertahan lama. Menanggapi hal itu, Gubernur menegaskan bahwa penggunaan beton rigid diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jalan secara signifikan.
Ia juga menyoroti tingginya intensitas kendaraan berat seperti truk sawit dan pengangkut tetes tebu yang melintas di jalur tersebut. Muatan berlebih dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Secara keseluruhan, Gubernur menekankan tiga faktor utama penentu ketahanan jalan, yakni kualitas konstruksi, sistem drainase yang optimal, serta pengendalian beban kendaraan.
Pemprov Lampung menilai pembangunan ruas Wates–Metro sebagai langkah strategis untuk memperlancar mobilitas barang dan jasa, sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat di wilayah Lampung Tengah dan sekitarnya. (dbs).






