BM PAN LAMPUNG PASANG BADAN

Tolak Delegitimasi, Tegaskan Loyalitas ke Ketua Umum

Bandarlampung — Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menjaga soliditas dan marwah Partai Amanat Nasional di tengah dinamika politik yang berkembang. Organisasi kepemudaan ini secara tegas menolak segala bentuk upaya yang dinilai mendelegitimasi kepemimpinan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Ketua DPW BM PAN Lampung, Ahmad Naufal A. Caya, menyatakan bahwa pihaknya mencermati adanya narasi yang berkembang di ruang publik yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi merusak kepercayaan terhadap kepemimpinan partai.

“Kami melihat ada kecenderungan pembentukan opini yang tidak berimbang. Ini bukan sekadar kritik, tetapi sudah mengarah pada upaya delegitimasi. BM PAN Lampung berada pada posisi yang jelas, yakni menjaga kehormatan dan kewibawaan pimpinan partai,” tegas Naufal.

Ia menekankan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berbasis fakta, bukan melalui narasi yang berpotensi memecah belah.

BM PAN Lampung juga mengingatkan seluruh kader, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau kader tetap fokus pada kerja nyata, memperkuat basis, dan menjaga soliditas. Energi organisasi harus diarahkan untuk membangun, bukan terjebak polemik yang tidak produktif,” ujarnya.

Sikap serupa juga ditegaskan oleh Dewan Pengurus Pusat BM PAN yang menyoroti maraknya disinformasi dan kampanye hitam di media sosial yang menyerang Ketua Umum PAN. Salah satu konten yang beredar, berupa kutipan terkait kewajiban rakyat membayar pajak, dipastikan merupakan hoaks.

Narasi tersebut dinilai sebagai bentuk manipulasi informasi yang sengaja dibuat untuk mendiskreditkan sosok pimpinan partai di ruang publik.

Sebagai respons, BM PAN melalui tim advokasi resmi telah melaporkan sejumlah akun penyebar konten tersebut ke pihak kepolisian. Laporan itu diajukan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pencemaran nama baik.

Naufal menegaskan, BM PAN Lampung akan tetap bersikap dewasa dan rasional dalam menghadapi dinamika politik, sembari menjaga etika dan integritas.

“Kami tidak alergi terhadap kritik, tetapi tidak akan membiarkan upaya yang merusak kepercayaan publik. Soliditas adalah kunci, dan itu yang akan terus kami jaga,” pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *