Balita Tenggelam di Kolam Renang, Standar Keselamatan Hotel Disorot

Tragedi tenggelamnya balita perempuan usia 4,3 tahun di kolam renang hotel berbintang di Bandar Lampung, Jumat (1/5), memicu sorotan tajam terhadap penerapan standar keselamatan fasilitas publik. Insiden ini kembali membuka pertanyaan serius terkait pengawasan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan di area kolam renang.

Korban yang berasal dari Kotabumi, Lampung Utara, diduga tenggelam akibat lemahnya pengawasan serta tidak optimalnya penerapan sistem keamanan di lokasi kejadian.

Praktisi aquatic safety sekaligus pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Ahmad Abas, menegaskan bahwa keberadaan lifeguard merupakan kewajiban mutlak yang tidak bisa diabaikan oleh pengelola kolam renang.

“Keberadaan lifeguard seharusnya sudah masuk SOP wajib yang diterapkan oleh setiap pengelola kolam renang. Ini diatur dalam Permenpora Nomor 8 Tahun 2018,” tegasnya, Senin (4/5).

Menurutnya, standar keselamatan tidak hanya sebatas pengawasan visual, tetapi juga mencakup kelengkapan fasilitas seperti rambu kedalaman, alat bantu keselamatan, serta perlengkapan P3K yang mudah dijangkau.

“Rambu sangat penting agar anak-anak tidak masuk ke area berisiko. Selain itu, harus ada SDM terlatih yang mampu menangani insiden dengan cepat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi seperti CCTV sebagai bagian dari sistem pengawasan, meski tidak dapat menggantikan peran manusia.

“CCTV berfungsi untuk memantau dan mengevaluasi jika terjadi insiden,” tambahnya.

Dalam pengelolaan kolam renang hotel, sistem zonasi antara area anak dan dewasa dinilai wajib diterapkan secara jelas. Rambu larangan serta pengawasan ketat menjadi faktor kunci mencegah kejadian serupa.

Ahmad Abas juga menekankan pentingnya respons cepat dalam “golden time” saat korban tenggelam. Tindakan pertolongan pertama seperti pemeriksaan kesadaran, denyut nadi, hingga CPR harus segera dilakukan sebelum penanganan medis lanjutan.

“Lifeguard itu profesi khusus, bukan sekadar petugas kebersihan. Perannya sangat vital dalam keselamatan. Di sisi lain, pengawasan orang tua juga sangat penting,” tegasnya.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi pengelola fasilitas publik untuk tidak mengabaikan standar keselamatan. Di saat yang sama, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mendampingi anak-anak di area berisiko.
Kelalaian sekecil apa pun di ruang publik, sekali lagi, dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan. (cah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *