Provinsi Lampung mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah Pusat atas kesiapan dan kecepatan dalam mengimplementasikan program strategis nasional Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini mengemuka saat Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, meninjau langsung pelaksanaan Tes Ujian Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih di Aula Yayasan Al-Kautsar, Senin (4/5).
Didampingi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Wamenkop memastikan bahwa proses seleksi berjalan tertib, sistematis, dan transparan. “Kami menggunakan sistem BKN yang sudah teruji selama satu dekade dalam rekrutmen CPNS. Hasil ujian langsung keluar, sehingga dipastikan tidak ada ‘titipan’. Dari 500 ribu pendaftar secara nasional, hanya 30 ribu terbaik yang akan dipilih,” tegas Farida Farichah di sela-sela peninjauan.
Wamenkop menjelaskan bahwa alur ujian telah dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan peserta, terutama bagi generasi muda di bawah usia 35 tahun yang mendominasi seleksi ini.
Ia menekankan bahwa posisi manajer Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar jabatan administratif, melainkan peran krusial yang membutuhkan kemampuan kepemimpinan kuat untuk mengelola operasional serta berkoordinasi dengan dewan pengawas dan anggota.
“Manajer harus profesional karena ada target capaian yang wajib dipenuhi. Selain itu, mereka harus siap ditempatkan lintas daerah, bahkan di luar provinsi asal,” tambah Farida.
Dalam kunjungan tersebut, fasilitas pendukung di Lampung seperti kestabilan listrik, jaringan internet, hingga kenyamanan ruang ujian berbasis komputer mendapat nilai positif dari Kementerian Koperasi. Lampung merupakan satu dari tiga titik lokasi peninjauan utama oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi terus melakukan pengawasan ketat terhadap kesiapan infrastruktur dan SDM. Ia pun mewanti-wanti para peserta agar memahami sepenuhnya konsekuensi kontrak kerja dan sistem manajerial koperasi.
“Lampung dinilai cepat dan siap oleh pusat. Namun, saya ingatkan peserta harus benar-benar siap ditempatkan di mana pun. Jangan sampai setelah lolos justru mengundurkan diri karena itu akan menghambat program penguatan ekonomi desa kita,” ujar Jihan Nurlela.
Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam melahirkan pengelola koperasi yang kompeten dan mampu menggerakkan roda ekonomi berbasis kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan di seluruh penjuru tanah air. (dbs).






