Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menjalin kolaborasi strategis dengan sektor perbankan untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan daerah, yakni pertanian, pariwisata, dan pendidikan.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Penguatan Kolaborasi Strategis Perbankan bersama Bank Mandiri Area Bandar Lampung yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Selasa (5/5).
Gubernur Mirza menegaskan bahwa ekonomi Lampung masih sangat bergantung pada sektor pertanian. Dari total sekitar 3 juta hektare wilayah, 1,8 juta hektare di antaranya merupakan lahan pertanian dengan komoditas utama padi, jagung, dan singkong.
“Penguatan sektor pertanian tidak hanya pada produksi, tetapi juga hilirisasi agar memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengembangan industri turunan seperti pengolahan singkong menjadi tapioka serta penguatan produksi beras mandiri di daerah. Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong penggunaan bibit unggul singkong dengan produktivitas tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Di sektor pariwisata, Gubernur mencatat adanya lonjakan signifikan kunjungan wisatawan nusantara dari 17 juta pada 2024 menjadi 27 juta pada 2025.
“Potensi wisata Lampung besar, tetapi perlu ekosistem terintegrasi agar wisatawan lebih lama tinggal dan meningkatkan belanja,” katanya.
Sementara itu, sektor pendidikan juga menjadi fokus penguatan dalam rangka pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan di Lampung.
Vice President Bank Mandiri Area Bandar Lampung, Eka Zedrosky, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Lampung.
“Kami siap bersinergi untuk memperkuat sektor pertanian, pariwisata, dan pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dukungan di sektor pendidikan akan dilakukan melalui pengembangan layanan berbasis kesehatan dan lembaga pendidikan. Di sektor pariwisata, Bank Mandiri akan memperkuat layanan keuangan digital dan jaringan layanan di kawasan wisata.
Sedangkan di sektor pertanian, dukungan diberikan melalui pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha tani.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tiga sektor unggulan Lampung dapat berkembang lebih optimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (dbs)






