Serahkan Bansos dan Pastikan Negara Hadir untuk Wong Cilik
Gema takbir Iduladha 1447 Hijriah membawa kebahagiaan mendalam bagi Mujiran (72), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.
Setelah melewati persoalan hukum yang sempat menyita perhatian publik, lansia yang akrab disapa Mbah Mujiran itu akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarga tercinta tepat di momentum hari raya kurban.
Suasana haru semakin terasa ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama datang langsung menyambangi kediaman Mbah Mujiran, Rabu (27/5). Kehadiran kepala daerah muda itu disambut hangat keluarga besar dan warga sekitar yang memadati rumah sederhana di Desa Wonodadi.
“Alhamdulillah, hari ini dalam momentum Iduladha, saya berkunjung ke rumah Mbah Mujiran dan Mas Eko. Selesai urusan, alhamdulillah bisa bertemu keluarga di hari yang bahagia ini. Kemarin ketika penjemputan saya tidak bisa ikut karena ada kegiatan daerah yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Egi.
Bagi Egi, kepulangan Mbah Mujiran bukan sekadar persoalan hukum semata, melainkan tentang nilai kemanusiaan yang harus dijaga bersama. Ia berharap peristiwa yang dialami keluarga tersebut menjadi pelajaran dan hikmah bagi masyarakat luas.
“Hari ini pas di hari yang baik. Mudah-mudahan ini menjadi berkah, menjadi kebaikan bersama untuk Mbah Mujiran dan keluarga. Insyaallah kejadian ini membawa pelajaran berharga serta hikmah yang baik ke depannya,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi turut menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, lauk siap saji, perlengkapan sandang seperti sarung dan kain jarik, hingga paket makanan ringan untuk keluarga dan cucu-cucu Mbah Mujiran.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Puji Sukanto, memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal kebutuhan sosial keluarga Mbah Mujiran agar tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
“Mbah Mujiran ini adalah penerima aktif bantuan sosial BPNT. Kami dari Dinas Sosial akan kawal terus agar hak bantuan sosialnya terpenuhi secara berkelanjutan,” tegas Puji Sukanto.
Kunjungan di hari raya itu menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi warga kecil yang tengah menghadapi persoalan kemanusiaan dan mencari keadilan. Bagi Mbah Mujiran, Iduladha tahun ini menjadi hari raya paling membahagiakan sepanjang hidupnya. (dbs).






