Dosen dan Mahasiswa IIB Darmajaya Terbitkan Buku AI Deteksi Multi-Kanker

Kolaborasi Lintas Prodi Perkuat Inovasi Deep Learning untuk Dunia Kesehatan

Bandarlampung – Komitmen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam mendorong inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali diwujudkan melalui penerbitan buku Penerapan Deep Learning untuk Deteksi Dini Multi-Kanker Berbasis Citra. Karya akademik hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa ini diharapkan menjadi referensi ilmiah dalam pengembangan teknologi AI di bidang kesehatan sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.

Buku tersebut merupakan hasil sinergi Ketua Program Studi Sains Data Egi Safitri, S.Mat., M.Si., dosen Program Studi Sistem Informasi Rini Nurlistiani, S.Kom., M.T.I., bersama dua mahasiswa Program Studi Sains Data, Muhammad Rezky Adytama dan Novita Triyasari.

Diterbitkan oleh PT Yapindo Jaya Abadi, buku ini membahas pemanfaatan teknologi deep learning untuk membantu deteksi dini berbagai jenis kanker melalui analisis citra medis. Karya tersebut juga telah memperoleh Surat Pencatatan Hak Cipta sebagai bentuk perlindungan atas hak kekayaan intelektual para penulis.

Egi Safitri mengatakan buku tersebut disusun untuk menjembatani pemahaman mahasiswa antara teori kecerdasan buatan dengan penerapannya dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang kesehatan.

“Buku ini kami susun agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep deep learning secara teoritis, tetapi juga mampu melihat bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di bidang kesehatan. Harapannya, buku ini dapat menjadi referensi sekaligus memotivasi lahirnya inovasi-inovasi baru dari kalangan akademisi,” ujarnya.

Menurutnya, materi dalam buku disajikan secara sistematis mulai dari konsep dasar deep learning, pengolahan citra digital, hingga implementasi model deteksi multi-kanker berbasis citra. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses pengembangan teknologi AI secara lebih komprehensif.

Egi menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu agar inovasi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengembangan AI tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara bidang komputasi, sistem informasi, hingga kesehatan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan memberikan manfaat. Kami berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani berkolaborasi, melakukan riset, dan menghasilkan inovasi yang berdampak,” katanya.

Selain membahas implementasi teknologi, buku ini juga mengulas tantangan dalam pengembangan sistem AI, mulai dari kualitas dataset, evaluasi performa model, interpretasi hasil, hingga aspek etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di bidang kesehatan.

Kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penyusunan buku tersebut menjadi bukti komitmen IIB Darmajaya sebagai kampus unggul dalam mendorong riset, inovasi, dan publikasi ilmiah yang relevan dengan perkembangan teknologi global serta kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *