Momentum HUT RI ke-81 Diminta Perkuat Gotong Royong dan Persatuan di Tengah Arus Individualisme
Bandarlampung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diminta tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikan akademisi senior Universitas Lampung (Unila), Prof. Hamzah, yang menilai semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus kembali diperkuat di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Prof. Hamzah yang juga merupakan Dewan Penasehat DPD MAPANCAS Lampung sekaligus salah satu kandidat Rektor Unila mengatakan, peringatan HUT RI harus menjadi titik balik untuk membangkitkan kembali budaya kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa.
Menurutnya, Provinsi Lampung memiliki modal sosial yang kuat melalui falsafah Sang Bumi Ruwa Jurai, yang mencerminkan kehidupan masyarakat majemuk dengan semangat persaudaraan dan gotong royong.
“Momentum HUT RI ke-81 ini jangan hanya kita jadikan sebagai ajang peringatan kemerdekaan. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus titik balik dalam menghidupkan kembali ruh Pancasila, terutama semangat gotong royong dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Prof. Hamzah, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai, perkembangan zaman telah membawa perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung semakin individualistis. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus diaktualisasikan agar tidak sekadar menjadi simbol atau hafalan.
“Pancasila bukan sekadar dokumen historis yang kita hafalkan di sekolah dan bukan pula hanya menjadi bahan pidato seremonial. Pancasila harus hadir dalam perilaku dan tindakan kita sehari-hari,” tegasnya.
Menurut Prof. Hamzah, pengamalan Pancasila dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, hingga dunia kerja. Sikap saling membantu dan menyelesaikan persoalan bersama merupakan wujud nyata pengamalan sila-sila Pancasila.
“Mulailah dari hal-hal sederhana. Ketika ada tetangga yang membutuhkan bantuan, kita hadir. Ketika ada persoalan di lingkungan masyarakat, kita selesaikan bersama. Ketika ada kepentingan bersama, jangan hanya mengandalkan pemerintah. Inilah roh gotong royong yang harus kita hidupkan kembali,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis untuk merawat budaya kebersamaan, toleransi, dan solidaritas agar tetap menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Lampung memiliki kekayaan budaya dan keberagaman yang luar biasa. Falsafah Sang Bumi Ruwa Jurai harus kita rawat dengan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk terpecah, justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Lampung,” pungkasnya.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Prof. Hamzah berharap masyarakat tidak hanya mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menghidupkan kembali semangat Pancasila sebagai landasan membangun Indonesia yang lebih bersatu, berkeadilan, dan berkeadaban. (*).






