PEDULI MASA DEPAN ANAK SLB — EKOSISTEM PENDIDIKAN INKLUSIF DIPERKUAT
BANDAR LAMPUNG – Kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perhatian serius dari jajaran Kodam XXI/Radin Inten. Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), menghadiri peluncuran Program Orang Tua Asuh SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi di Kemiling, Bandar Lampung, Rabu (12/8/2026).
Program tersebut digagas Pangdam XXI/Radin Inten bersama Ny. Asti Kristomei, Ketua Dharma Pertiwi Daerah U, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan, pengembangan potensi, sekaligus masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.
Peluncuran Program Orang Tua Asuh menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ibu Evi Agus Subiyanto, ke SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi.
JEMBATAN KEPEDULIAN
Ketua Umum Dharma Pertiwi Evi Agus Subiyanto mengapresiasi lahirnya Program Orang Tua Asuh yang dinilai menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian bersama terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada dukungan pendidikan, tetapi juga diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, serta berbagai pihak untuk memberikan perhatian secara berkelanjutan.
Melalui program ini, anak-anak SLB diharapkan memperoleh dukungan yang lebih luas untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan sesuai dengan potensi masing-masing.
PANGDAM: HAK PENDIDIKAN HARUS SETARA
Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan.
Karena itu, kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah maupun keluarga. Diperlukan gerakan bersama agar mereka mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan mendukung proses tumbuh kembang.
“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan meraih masa depan. Kepedulian terhadap mereka harus dibangun sebagai gerakan bersama,” tegas Pangdam.
Ia berharap Program Orang Tua Asuh mampu menggerakkan semakin banyak pihak untuk mengambil bagian dalam perjalanan pendidikan anak-anak SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi.
LENGKAPI SARANA PENDIDIKAN
Selain peluncuran Program Orang Tua Asuh, kunjungan kerja tersebut diisi dengan sejumlah agenda pendukung pengembangan lingkungan pendidikan.
Di antaranya penanaman pohon, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Café Lubi, serta penandatanganan prasasti pembangunan playground dan ruang kelas Autis di lingkungan SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga melalui pembangunan lingkungan belajar yang lebih lengkap dan representatif.
Sekolah diharapkan mampu menjadi ruang yang aman, nyaman, ramah, sekaligus memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan potensinya.
KOLABORASI LINTAS PIHAK
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam XXI/RI Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Wakil Gubernur Lampung Dr. Jihan Nur Laila, M.M., Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., para Pengurus Dharma Pertiwi Daerah U, serta jajaran pejabat Kodam XXI/RI dan Pemerintah Provinsi Lampung.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat pesan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Program Orang Tua Asuh SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi diharapkan menjadi gerakan kepedulian yang berkelanjutan, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga dukungan untuk tumbuh, berkembang, mandiri, dan menggapai cita-cita. (*).






