SURVEI RAKATA: KEPUASAN PUBLIK MIRZA-JIHAN TEMBUS 80 PERSEN

Mirza 81,75 Persen, Jihan 80,38 Persen — 70,75 Persen Nilai Duet Kompak

BANDAR LAMPUNG — Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela tercatat menembus angka 80 persen.

Hasil tersebut berdasarkan survei Rakata Analytics and Advisory/Lampung Public Opinion Research yang dilaksanakan pada Agustus 2026 terhadap 800 responden. Survei mencantumkan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±3,5 persen. Data hasil survei ditampilkan Rakata pada Jumat (18/9/2026).

Dalam paparan tersebut, tingkat kepuasan terhadap kinerja Gubernur Mirza mencapai 81,75 persen, sedangkan kepuasan terhadap Wakil Gubernur Jihan berada di angka 80,38 persen.

Selain mengukur kepuasan terhadap masing-masing pimpinan, Rakata juga memotret persepsi masyarakat terhadap kekompakan keduanya. Sebanyak 70,75 persen responden menilai Mirza-Jihan kompak dalam menjalankan pemerintahan Provinsi Lampung.

Namun, survei juga menunjukkan adanya catatan yang perlu menjadi perhatian. Ketika responden diminta menilai kinerja pemerintahan Mirza-Jihan dibandingkan dengan harapan mereka, sebanyak 54 persen menyatakan kinerja pemerintah sesuai atau berada di atas harapan.

Sementara 20,75 persen menilai kinerja pemerintahan masih berada di bawah atau jauh di bawah harapan. Sisanya masuk kategori responden yang belum menentukan atau tidak memberikan jawaban.

GEN Z PALING PUAS

Pemetaan berdasarkan usia memperlihatkan tingkat kepuasan tertinggi berada pada kelompok muda.

Pada responden berusia 17–24 tahun, kepuasan terhadap kinerja Mirza mencapai 93,15 persen, sedangkan terhadap Jihan sebesar 90,41 persen.

Angka kepuasan kemudian cenderung menurun pada kelompok usia yang lebih tua. Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, kepuasan terhadap Mirza tercatat 40 persen, sementara terhadap Jihan 43,33 persen. Pada kelompok tersebut, 55 persen responden tercatat memilih kategori tidak tahu atau tidak menjawab untuk penilaian terhadap Mirza.

PENDAPATAN JADI PEMBEDA

Perbedaan persepsi juga terlihat berdasarkan tingkat penghasilan. Responden dengan pendapatan Rp3 juta atau lebih per bulan mencatat tingkat kepuasan sebesar 93,33 persen, baik terhadap Mirza maupun Jihan.

Sementara pada kelompok berpenghasilan di bawah Rp3 juta, kepuasan terhadap Mirza berada di angka 77,63 persen, sedangkan Jihan 75,76 persen.

Dari sisi pendidikan, lulusan SMA menjadi kelompok dengan tingkat kepuasan tinggi. Kepuasan terhadap Mirza mencapai 90,54 persen, sedangkan Jihan 89,40 persen.

Sebaliknya, pada kelompok berpendidikan SD/SMP, tingkat kepuasan berada di angka 72,53 persen terhadap Mirza dan 71,15 persen terhadap Jihan.

MUHAMMADIYAH DAN NU

Rakata juga memetakan persepsi berdasarkan organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Pada kelompok responden Muhammadiyah, kepuasan terhadap Mirza tercatat 96,49 persen dan terhadap Jihan 94,74 persen.

Sementara pada responden yang mengidentifikasi dengan NU, tingkat kepuasan terhadap Mirza sebesar 79,16 persen, sedangkan Jihan 77,44 persen.

Dari sisi gender, kepuasan terhadap Mirza tercatat 82,34 persen pada responden laki-laki dan 81,16 persen pada responden perempuan. Untuk Jihan, kepuasan mencapai 82,59 persen pada laki-laki dan 78,14 persen pada perempuan.

BANDAR LAMPUNG TERTINGGI

Pemetaan berdasarkan daerah pemilihan juga memperlihatkan variasi persepsi antardaerah.

Untuk Mirza, tingkat kepuasan tertinggi tercatat di Dapil I Bandar Lampung sebesar 86 persen, disusul Dapil IV yang meliputi Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat sebesar 85,56 persen, serta Dapil VII Lampung Tengah sebesar 85,25 persen.

Sedangkan untuk Jihan, kepuasan tertinggi berada di Dapil IV sebesar 86,67 persen, kemudian Dapil VII sebesar 84,43 persen dan Dapil I sebesar 83 persen.

Survei Rakata dengan demikian menggambarkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Mirza dan Jihan yang berada di atas 80 persen pada Agustus 2026. Namun, variasi berdasarkan usia, pendidikan, penghasilan, profesi, organisasi keagamaan dan wilayah menunjukkan bahwa persepsi publik tidak seragam di seluruh kelompok masyarakat.

Catatan metodologi: angka-angka tersebut merupakan hasil survei persepsi terhadap 800 responden pada Agustus 2026, sehingga perlu dibaca bersama margin of error sekitar ±3,5 persen dan kategori responden yang tidak memberikan jawaban. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *