Video Viral Picu Gerak Cepat Polda Lampung; Warga Khawatir Bencana Susulan
PESISIR BARAT — Aktivitas pembalakan di kawasan hutan Pesisir Barat, Lampung, resmi dihentikan setelah sebuah video penebangan liar di wilayah perbukitan Pugung Penengahan viral di media sosial. Masyarakat mengaku kegiatan tersebut telah berlangsung hampir dua tahun tanpa penindakan berarti, hingga akhirnya menuai atensi luas dan mendorong aparat turun tangan.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf yang meninjau langsung lokasi memastikan penyidik tengah mendalami legalitas seluruh kegiatan di kawasan tersebut. Jika terbukti ada unsur ilegal, tindakan tegas dipastikan akan diambil.
“Kita sudah melakukan pengecekan dan mendapatkan fakta-fakta serta keterangan awal. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan, betul atau tidaknya dugaan itu,” ujar Helfi, dalam siaran persnya, Senin (8/12).
Ia menegaskan beberapa orang yang terlibat telah diamankan untuk dimintai keterangan. “Para pihak akan kita mintai keterangan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan bukti apakah ini masuk pidana atau tidak,” katanya.
Helfi menambahkan bahwa status hukum kegiatan ini belum dapat dipastikan sebelum bukti-bukti lengkap terkumpul. “Kita tidak bisa menentukan dulu. Dokumen itu harus dipertanggungjawabkan, betul atau tidaknya,” tegasnya.
Sebelumnya, video viral yang memicu penghentian aktivitas memperlihatkan dua pria memotong kayu berdiameter besar dengan puluhan gelondongan kayu lain berserakan di sekitar lokasi. Rekaman tersebut menimbulkan kegelisahan warga, terutama karena cuaca ekstrem dan bencana banjir bandang serta longsor tengah melanda sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa pekan terakhir.
Seorang warga, Ajo, mengingatkan potensi bencana ekologis bila aktivitas penebangan terus dibiarkan. “Tolong dihentikan aktivitas itu. Kepada pemerintah dan aparat hukum, tolong ditindak jika memang itu melanggar,” ujarnya.
“Kami takut terjadi bencana seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ini lagi cuaca buruk, jangan rusak ekosistem alam dengan penebangan pohon,” lanjutnya.
Warga lainnya, Andala, menyebut pembalakan sudah berlangsung lama tanpa tindakan nyata. “Sudah lama, tapi anehnya kok tidak tersentuh. Kami sebagai warga juga takut, apa ini punya orang kuat atau bagaimana. Harapan kami setelah ini kegiatan itu bisa dihentikan,” katanya. (*).






