Tegaskan Komitmen Nyata Kelola Sampah Terpadu dari Internal Partai
BANDAR LAMPUNG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lampung mencatatkan langkah progresif dengan menjadi partai politik pertama di Provinsi Lampung yang menjalin kerja sama kelembagaan dengan bank sampah. Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPW PKS Lampung dan Bank Sampah Emak.id, Jumat (16/1/2026).
Kolaborasi dengan Bank Sampah Emak.id—bank sampah induk terbesar di Lampung—menegaskan keseriusan PKS dalam mendorong pengelolaan sampah terpadu dan gerakan peduli lingkungan, tidak hanya sebatas wacana regulasi, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata.
Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan isu strategis yang berkaitan langsung dengan kualitas peradaban dan masa depan lingkungan.
“Sampah bukan sekadar isu teknis, tapi isu peradaban. Karena itu PKS memilih terlibat langsung dan memberi teladan dalam membangun budaya pengelolaan lingkungan yang baik,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, secara nasional PKS telah membentuk Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim (BELHPI) sebagai bidang khusus untuk mengawal tumbuhnya budaya peduli lingkungan, baik di internal partai maupun di tengah masyarakat.
Sebagai langkah konkret di Lampung, PKS akan menggerakkan lebih dari 2.000 kader se-Lampung untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
“Gerakan ini kami mulai dari kader, keluarga, dan lingkungan terdekat agar dampaknya nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.
Founder Bank Sampah Emak.id, Agus Solihin, mengapresiasi langkah PKS Lampung yang membuka ruang kolaborasi dengan partai politik dalam isu lingkungan.
“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan partai politik secara kelembagaan akan mempercepat perubahan sistem dan kebiasaan masyarakat,” kata Agus.
Ia optimistis, sinergi lintas elemen akan mendorong terwujudnya Lampung sebagai provinsi dengan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, PKS Lampung menegaskan arah politiknya yang solutif, memberi teladan, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*).






