Perkuat Mitigasi dan Kesiapsiagaan Warga
Bandarlampung — Terobosan teknologi untuk penanggulangan bencana hadir dari dunia kampus. Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengembangkan sistem layanan informasi banjir berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi serta menyampaikan kondisi banjir secara real-time di Kota Bandar Lampung.
Inovasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program mitigasi bencana pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan.
Melalui integrasi dalam dashboard Smart City Monitoring, sistem tersebut menyajikan beragam indikator penting, mulai dari tinggi muka air sungai, kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU), hingga pemantauan armada pengangkut sampah. Bahkan, sistem mampu memberikan peringatan dini secara otomatis ketika terdeteksi kenaikan debit air yang melampaui ambang batas.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital kota.
“Kami menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif terhadap persoalan lingkungan. Informasi banjir bisa diterima lebih cepat sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan secara efektif,” ujarnya.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah fitur notifikasi otomatis yang terhubung langsung ke masyarakat melalui WhatsApp serta integrasi kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan banjir. Ketika sensor IoT mendeteksi kenaikan air, peringatan akan langsung dikirim kepada operator dan warga terdampak.
Tak hanya fokus pada banjir, platform ini juga menyentuh persoalan lingkungan lain seperti pengelolaan sampah. Sistem dilengkapi fitur pemantauan armada dan kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berbasis digital, sehingga pemerintah dapat mengontrol rute kendaraan hingga tingkat kepenuhan sampah secara real-time.
Ke depan, Darmajaya mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah, di mana pemilahan dilakukan sejak dari rumah tangga untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus meminimalkan risiko banjir.
Pengembangan sistem dilakukan secara kolaboratif lintas program studi, mulai dari perancangan sensor IoT, pengembangan aplikasi, hingga pemanfaatan AI untuk analisis data dan prediksi potensi banjir berbasis pola historis.
Melalui inovasi ini, Darmajaya menegaskan perannya dalam membangun ekosistem smart city yang terintegrasi, menghadirkan informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan dapat ditindaklanjuti secara optimal oleh pemerintah maupun masyarakat. (***)






