Pemerintah pusat mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga pangan pasca momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Komoditas strategis seperti bawang merah dan daging ayam ras menjadi perhatian utama dalam pengendalian inflasi.
Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah ke-161 yang digelar secara virtual, Senin (6/4), dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan diikuti seluruh kepala daerah, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah terhadap potensi kenaikan harga, khususnya pada komoditas bawang merah yang dinilai berperan penting dalam stabilitas inflasi.
“Walaupun bukan kebutuhan pokok utama, bawang merah tetap memengaruhi inflasi. Daerah harus waspada dan tidak bergantung pada satu wilayah pemasok,” tegas Tito.
Ia menyoroti risiko ketergantungan pada daerah sentra produksi seperti Brebes, yang dapat memicu lonjakan harga jika terjadi gangguan distribusi.
Selain itu, Tito juga mengingatkan pergerakan harga daging ayam dan telur ayam ras yang kerap dipengaruhi faktor pakan ternak. Meski stok jagung sebagai bahan utama pakan relatif aman, kenaikan harga dinilai bisa dipicu faktor distribusi maupun lonjakan permintaan.
“Jika stok jagung aman, berarti ada persoalan lain, bisa pada distribusi atau tingginya permintaan yang tidak diimbangi suplai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa inflasi nasional pada Maret 2026 masih dalam kondisi terkendali meski terdorong oleh peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.
“Inflasi Maret tercatat 0,41 persen secara bulanan dan 3,48 persen secara tahunan, masih dalam tren terkendali,” jelas Amalia.
Menurutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan andil 0,32 persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan stimulus pemerintah seperti diskon tiket transportasi.
Melalui rapat koordinasi rutin ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman di tengah dinamika permintaan masyarakat pasca Lebaran. (dbs).






