ENERGI AMAN, JANGAN PANIK!

Mirza Pastikan BBM–LPG Lampung Terkendali, Publik Diminta Bijak Konsumsi

Kepastian ketersediaan energi kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan di tengah bayang-bayang dinamika geopolitik global.

Pernyataan ini bukan sekadar klarifikasi teknis, melainkan pesan strategis untuk menjaga kepercayaan publik. Dalam situasi global yang kerap memicu kekhawatiran berlebih, kepastian suplai energi menjadi faktor kunci stabilitas sosial dan ekonomi daerah. Pemerintah, melalui koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, menunjukkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

“Tidak ada pengurangan kuota. Distribusi lancar, harga masih sama,” tegas Mirza. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang berpotensi memicu keresahan di masyarakat.

Namun, jaminan pemerintah tidak akan berarti tanpa peran aktif publik. Imbauan untuk tidak melakukan panic buying menjadi krusial. Dalam banyak kasus, kelangkaan bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan lonjakan permintaan yang tidak wajar akibat kepanikan.

Di sinilah pentingnya kesadaran kolektif. Energi adalah kebutuhan bersama, bukan komoditas untuk ditimbun. Ketika masyarakat bertindak bijak, distribusi akan tetap stabil dan merata. Sebaliknya, perilaku konsumtif berlebihan justru berpotensi menciptakan krisis semu.

Dari sisi operator, Pertamina memastikan distribusi berjalan sesuai kuota dan kebutuhan riil masyarakat. Artinya, secara sistem, tidak ada celah kekurangan selama mekanisme berjalan sebagaimana mestinya. Penguatan pengawasan bersama antara pemerintah daerah dan Pertamina pun menjadi langkah penting agar distribusi tepat sasaran.

Opini ini menegaskan satu hal: stabilitas energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan penyedia, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna. Kolaborasi ketiganya menjadi fondasi utama menjaga ketahanan energi daerah.

Dengan kondisi yang terkendali, Lampung memiliki modal kuat untuk menjaga ritme pembangunan dan aktivitas ekonomi. Kini, yang dibutuhkan adalah kepercayaan dan kedewasaan bersama—bahwa dalam menghadapi isu energi, kepanikan bukan solusi, melainkan masalah baru. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *