Dukung Tembak di Tempat Begal

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri menyatakan dukungannya terhadap tindakan tegas aparat kepolisian terhadap pelaku begal dan pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Mukhlis menanggapi maraknya kasus begal dan pencurian motor yang kian meningkat di berbagai daerah. Menurutnya, pelaku kejahatan jalanan yang membahayakan keselamatan warga sudah sepatutnya ditindak tegas di tempat.

“Saya setuju tembak di tempat. Ini pernah saya terapkan waktu di Lampung Barat, maling motor dibolongi dengkulnya pakai timah panas. Rampok tembak di tempat,” tegas Mukhlis, Kamis (21/5).

Mantan Bupati Lampung Barat itu menilai tindakan keras diperlukan karena korban kejahatan bukan hanya kehilangan harta benda, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan kerugian ekonomi.

“Ibu-ibu motornya hilang nangis setengah hari. Motor belum tentu kembali, sementara cicilan masih berjalan,” ujarnya.

Mukhlis juga menyinggung persoalan hak asasi manusia yang kerap menjadi perdebatan dalam tindakan tegas aparat terhadap pelaku kriminal. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Dukungan terhadap penegakan hukum keras juga disampaikan kader PDI Perjuangan lainnya, Nurhasanah. Ia meminta aparat tidak hanya menangkap pelaku pencurian motor, tetapi juga membongkar jaringan penadah yang menjadi mata rantai utama kejahatan curanmor.

“Hukum harus ditegakkan seberat-beratnya. Yang harus diberantas juga penadah motor curian. Kalau penadah tidak dibasmi, maling motor akan terus ada,” katanya.

Menurutnya, aksi pencurian kendaraan kini semakin nekat dan terjadi bahkan di area rumah ibadah.

“Di depan masjid saja motor masih diambil,” ujarnya.

Pernyataan Mukhlis Basri tersebut kembali memunculkan perdebatan publik terkait langkah tegas aparat terhadap pelaku begal di tengah meningkatnya keresahan masyarakat akibat maraknya kriminalitas jalanan. (cah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *