Dari Pembukaan Munas HIPMI XVIII di Lampung
Provinsi Lampung kembali menjadi panggung agenda nasional. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Ballroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (10/6). Ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia hadir dalam forum yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 HIPMI tersebut.
Presiden didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa nasionalisme merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan ekonomi bangsa. Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak akan tercapai tanpa komitmen kebangsaan yang kuat dari para pelaku usaha.
“Lahirnya HIPMI napasnya adalah nasionalisme. Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme, sebenarnya tidak ada,” tegas Presiden di hadapan peserta Munas.
Presiden juga mengajak para pengusaha muda untuk memahami dan mengimplementasikan sistem ekonomi Pancasila sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah, kata dia, saat ini fokus memperkuat ekonomi rakyat dan memperbaiki akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan UMKM yang selama ini menghadapi berbagai kendala.
Terkait visi Indonesia Emas 2045, Presiden menegaskan pemerintah akan mempercepat hilirisasi komoditas dan mewujudkan swasembada energi dalam tiga tahun mendatang. Langkah tersebut diyakini membuka peluang besar bagi generasi pengusaha muda untuk mengambil peran dalam pembangunan industri nasional.
“Semua komoditas kita akan kita olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia. Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit, karena kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita mau pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia,” ujarnya.
Menghadapi tantangan geopolitik global, Presiden juga mendorong dunia usaha memperkuat kolaborasi melalui semangat Indonesia Incorporated.
“Kita bersaing bukan bersaing untuk saling membunuh, kita bersaing untuk saling mengangkat, bersaing untuk saling memperkuat,” katanya.
Bagi Lampung, penyelenggaraan Munas HIPMI XVIII menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Kehadiran Presiden bersama jajaran menteri diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus mempercepat agenda pembangunan daerah.
Sebelum membuka Munas HIPMI, Presiden Prabowo bersama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah pesisir dan daerah terpencil di Lampung.
Kunjungan Presiden yang menggabungkan agenda kesehatan dan ekonomi itu menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu daerah strategis dalam mendukung target pembangunan nasional, baik melalui peningkatan kualitas layanan publik maupun penguatan iklim investasi dan kewirausahaan. (dbs).






