Bawaslu Lampung Luncurkan Literawaslu, Perkuat Literasi Pengawasan Berbasis Digital

Kolaborasi dengan Mahasiswa Unila Modernisasi Perpustakaan dan Pengelolaan Pengetahuan

Bandarlampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan Literawaslu, aplikasi perpustakaan digital berbasis website yang menjadi bagian dari Ruang Literasi Pengawasan. Inovasi tersebut dikembangkan bekerja sama dengan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) sebagai upaya memperkuat budaya literasi dan pengelolaan pengetahuan di lingkungan Bawaslu.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, mengatakan pengembangan Literawaslu merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan perpustakaan yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.

“Literawaslu kami hadirkan sebagai bagian dari transformasi digital Ruang Literasi Pengawasan untuk mendukung pengelolaan perpustakaan yang lebih tertib, transparan, dan efisien. Melalui aplikasi ini, seluruh proses pengelolaan koleksi, keanggotaan, peminjaman, pengembalian, hingga pelaporan dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu sistem,” ujar Iskardo saat menerima presentasi pengembangan aplikasi di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (5/8).

Menurutnya, kehadiran Literawaslu diharapkan mampu mempermudah akses literasi bagi jajaran Bawaslu sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan koleksi buku, layanan keanggotaan, transaksi peminjaman, pengembalian, hingga pelaporan aktivitas perpustakaan.

Iskardo juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa PKL Fakultas Teknik Unila yang telah mengembangkan aplikasi tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Bawaslu dan perguruan tinggi menjadi contoh sinergi yang mampu melahirkan inovasi untuk mendukung penguatan kelembagaan.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa kerja sama antara Bawaslu Provinsi Lampung dan perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi penguatan kelembagaan, khususnya dalam pengembangan Ruang Literasi Pengawasan berbasis digital. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi maupun masyarakat,” katanya.

Dalam presentasi, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Unila, Annisa Dina Maharani, menjelaskan bahwa aplikasi Literawaslu memiliki tiga tingkat pengguna, yakni Member, Admin, dan Super Admin. Sistem tersebut dilengkapi panduan operasional bagi Admin untuk mengelola keanggotaan, koleksi buku, transaksi peminjaman dan pengembalian, hingga fitur administrasi lainnya.

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Najlaa’ Nafisha Aulia, menjelaskan bahwa Literawaslu dikembangkan untuk menggantikan sistem pengelolaan perpustakaan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang terintegrasi.

Menurutnya, aplikasi dibangun menggunakan framework Laravel 11 berbasis PHP 8.2, dengan dukungan MySQL sebagai basis data, Blade Template Engine, Tailwind CSS 4, serta Vite sebagai build tool. Pengembangannya juga memanfaatkan Composer, NPM, dan Git untuk memastikan sistem lebih modern dan mudah dikembangkan.

Melalui pengembangan Literawaslu, Bawaslu Provinsi Lampung berharap Ruang Literasi Pengawasan dapat menjadi pusat pengelolaan pengetahuan yang lebih efektif, memperkuat budaya literasi, sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi tantangan era digital. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *