Dendi-Nasir Jualan Program

// Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran //

Pesawaran – Debat publik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pesawaran tahap kedua dengan tema Pelayanan Publik dan Mencerdaskan Masyarakat yang digelar KPU setempat, semalam, berlangsung seru. Kedua paslon saling jual program guna menarik simpatik masyarakat setempat.

Petahana bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona misalnya. Pasangan calon Wakil Bupati Marzuki ini berjanji akan melakukan reformasi dan evaluasi pelayanan publik jika nantinya masih diberi amanah untuk kembali memimpin Kabupaten Pesawaran.

“Semenjak tahun 2017 lalu, secara nilai kepatuhan, Pesawaran meraih rangking  kedua di Lampung dengan nilai  88,5 dari Ombudsman. Tapi itu bukan indikator utama. Jika kami dipercaya kembali, kami akan reformasi dan evaluasi pelayanan publik,” kata Dendi menjawab pertanyaan moderator dalam debat publik kedua di Graha Adora itu.

Menurut dia, ada organisasi, penerima pelayanan dan tingkat kepuasan. OPD menjadi sasaran yang ke depan akan ditingkatkan secara digitaliassi. “Kita kurangi kontak langsung antara masyarakat dengan OPD,” tandasnya.

Dendi menuturkan, solusi terbaik meningkatkan pelayanan publik adalah mengurangi interaksi antara manusia dengan manusia. Sehingga partisipatif, transparans dan tidak diskriminatif. “Namun harus terintegrasi dengan rencana kerja serta sesuai standar pelayanan terpadu,” ucapnya.

Sementara, calon bupati nomor urut 1 M. Nasir mengatakan, sesuai dengan misi poin kedua, yakni meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan efisien serta pelayanan publik yang prima.

Terkait pelayanan, saat ini menjadi catatan KPK. Di mana, pemerintahan belum dilaksanakan dengan manajemen yang terbuka.

“Jika kami terpilih, maka kami akan lakukan manajemen tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien,” tegas Nasir.

Langkah selanjutnya, pembinaan terus menerus. Mulai dari OPD sampai pemerintah desa. “Insya Allah dengan pembinaan dan pengawasan ketat, bersih, efektif dan efisien. Itu akan dimulai dari kami,” sebut dia.

Untuk pengelolaan dana desa agar tidak terjadi penyimpangan, pasangan Bersinar akan menerapkan pengelolaan DD berbasis IT

“Jika terpilih, kami akan membuat penggunaan DD secara transparan dan dengan sistem digitalisasi di seluruh desa. Masyarakat dapat melihat sejauh mana DD digunakan dan penyerapannya,” imbuh calon wakil bupati Naldi Rinara.

Kemudian terkait Mencerdaskan Masyarakat, Dendi mengatakan, jika terpilih kembali, ke depan untuk kuota dan nominal program bantuan bina murid bagi siswa berprestasi dan kurang mampu akan semakin ditingkatkan.

“Dari 2016, indek angka lama sekolah meningkat. Kita harus menstimulus melalui porgram bina murid bagi siswa berprestasi dan tidak mampu. Jika kami terpilih, program bina murid tersebut akan kami tingkatkan. Mulai dari kuota dan nominalnya. Termasuk peningkatkan kapasitas tenaga pendidiknya,” jelasnya.

Menurut Dendi, mencerdaskan masyarakat tidak bisa hanya dipandang satu sektor saja. Tapi juga dari bidang kesehatan, ketentraman dan pemberdayaan masyarakat desa. Sehingga akan keluar inovasi di dunia pendidikan.

“Digitalisasi menjadi kunci penting, dan kita akan buat regulasi. Mulai dari tingkat pemerintahan yang kecil dan kabupaten, harus melek IT melalui sistem pendidikan terintegrasi,” pungkasnya.

Sementar itu, calon wakil bupati Naldi Rinara mengatakan, sebagai upaya mencerdaskan masyarakat Pesawaran, jika diamanahkan menjadi bupati dan wakil bupati, akan menggratiskan biaya pendidikan untuk semua jenjang. Kemudian meningkatkan infrasturktur serta sarana prasarana di sektor pendidikan

“Kalau terpilih, kami akan memberikan sekolah gratis untuk semua jenjang. Termasuk memberikan pakaian, buku dan perlengkapan belajar, sehingga mutu pendidikan di Pesawaran terjamin. Kemudian meningkatkan infrastruktur serta sarana prasarana pendukung. Kami juga akan perjuangkan hadirnya universitas Pesawaran,” kata Ketua Nasdem Bandarlampung ini.

Ditambahkan M. Nasir, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan IPM yakni mendorong peningkatan mutu pendidikan. Tidak hanya negeri, tetapi juga swasta, pondok pesantren maupun TPA.

“Sinergitas pendidikan akan kita  dorong. Bukan hanya pendidikan negeri. Tapi juga ponpes dan TPA dalam meningkatkan SDM yang berakhlak serta bermoral,” kata Nasir

Upaya lain, memberikan anggaran yang cukup serta fasilitas yang diperlukan di dunia pendidikan. Lalu memberikan kesempatan kepada sekolah swasta. “Jangan sampai sekolah swasta menjadi mati,” tegasnya.

Ketua KPU Pesawaran Yatin P. Sugino memberikan apresiasi kepada Bawaslu, TNI, Polri serta semua elemen masyarakat yang turut menyukseskan tahapan pelaksanaan pilkada Pesawaran

“Saya selaku komisioner KPU mengucapkan terima kasih kepada dewan pakar yang telah membantu merumuskan pertanyaan untuk pasangan calon,” ucapnya. (dbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *