Erwan Bustami: Penguatan Institusi Jadi Syarat Demokrasi Berkualitas
Jakarta — Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mematangkan arah penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu ke depan. Hal itu mengemuka dalam Forum Diskusi Terpumpun (FDT) Pembahasan Prospek Masa Depan Kelembagaan KPU sebagai Penyelenggara Pemilihan Umum yang digelar KPU RI di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU, Jakarta.
Forum tersebut diikuti Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami, bersama para Ketua KPU Provinsi se-Indonesia, Anggota KPU RI, serta jajaran pejabat Sekretariat Jenderal KPU.
Dalam sambutannya, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menegaskan bahwa KPU sebagai pengawal demokrasi harus terus diperkuat, baik dari aspek konstitusional dan kelembagaan, maupun dari sisi kemandirian serta pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Afifuddin juga menekankan bahwa setiap pasca pemilu, KPU secara konsisten melakukan evaluasi dan refleksi menyeluruh sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan, dengan membuka ruang masukan positif dari seluruh pemangku kepentingan.
Menanggapi forum tersebut, Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami menyatakan bahwa diskusi mengenai masa depan kelembagaan KPU menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
“Penguatan kelembagaan KPU adalah prasyarat utama untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, profesional, dan dipercaya publik. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan arah kelembagaan KPU ke depan,” ujar Erwan.
Menurut Erwan, dinamika penyelenggaraan pemilu yang semakin kompleks menuntut KPU untuk terus beradaptasi, tanpa mengurangi independensi dan prinsip-prinsip demokrasi yang telah menjadi fondasi lembaga penyelenggara pemilu.
Forum diskusi ini menghadirkan sejumlah pakar dan narasumber nasional, baik secara luring maupun daring, di antaranya Jimly Asshiddiqie, A. Ramlan Surbakti, Ida Budhiati, M. Rullyandi, Akbar Ali, Luqman, serta Faishal Hilmy yang hadir secara daring.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota KPU RI Idham Holik, Yulianto Sudrajat, Betty Epsilon Idroos, dan Iffa Rosita, bersama jajaran Pejabat Eselon I dan II Sekretariat Jenderal KPU.
KPU berharap hasil forum ini dapat menjadi pijakan strategis dalam merumuskan desain kelembagaan penyelenggara pemilu yang lebih kuat, adaptif, dan responsif terhadap tantangan demokrasi di masa mendatang. (*).






