LAMPUNG SELATAN — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus diperkuat. DPW PKS Lampung melalui Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) menggelar Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN) 2026 dengan fokus pada uji unsur hara tanah sebagai langkah strategis mendukung ketahanan pangan.
Kegiatan yang berlangsung di Kelompok Tani Margo Makmur, Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada petani mengenai kondisi tanah mereka, sehingga dapat menentukan pola pengolahan dan pemupukan yang tepat, efektif, dan efisien.
Menggandeng PT Pupuk Indonesia (Persero), pengujian unsur hara dilakukan secara langsung di lahan pertanian padi sawah milik petani setempat. Hasilnya menunjukkan bahwa tanah di wilayah tersebut memiliki tingkat keasaman di bawah pH 6, namun kandungan unsur haranya tergolong baik.
“Perlu penambahan dolomit untuk meningkatkan pH tanah, agar unsur hara dapat terikat dengan baik dan diserap optimal oleh tanaman,” ujar Muhar Sukmayanto, SP, MP dari PT Pupuk Indonesia dalam siaran persnya, Rabu (6/5).
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Dr. KH Abdul Hakim, yang memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai langkah PKS sangat tepat dalam menjembatani kolaborasi antara petani dan pemangku kepentingan.
“Ini bentuk nyata peran partai politik dalam mendukung produktivitas pertanian. Sinergi seperti ini harus terus diperluas,” tegasnya.
Ketua BPPN DPW PKS Lampung, Aep Saripudin, SP menegaskan bahwa STTN merupakan program utama yang akan terus digalakkan. Menurutnya, peningkatan kapasitas petani melalui pendekatan ilmiah menjadi kunci dalam mendongkrak hasil produksi.
“PKS ingin hadir langsung memberi kontribusi kepada petani. Kami akan terus melaksanakan kegiatan ini di berbagai kelompok tani lainnya,” ujarnya.
Melalui program STTN berbasis uji ilmiah ini, petani diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih presisi, sehingga produktivitas meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat. (**)






