Gubernur: TP Sriwijaya Harus Jadi Jembatan Antargenerasi

Sosialisasikan Program hingga Desa, Dampingi Pemuda Berwirausaha, dan Perkuat Kerukunan

Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya berperan aktif sebagai jembatan antargenerasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan pembangunan daerah. Organisasi ini diharapkan mampu menjembatani aspirasi masyarakat, menyosialisasikan program pemerintah hingga pelosok desa, serta mendorong generasi muda menjadi pelaku pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Mirza dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si., pada Seminar Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang digelar Pengurus Daerah (Pengda) TP Sriwijaya Provinsi Lampung di Ballroom Akar Hotel & Resort, Bandar Lampung, Selasa (27/10/2026).

Seminar bertema “Merawat Persatuan, Menguatkan Kolaborasi, Menggerakkan Pemuda untuk Lampung dan Indonesia Maju” tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan generasi muda dalam mendukung pembangunan Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat agar program pembangunan tidak hanya berjalan di tingkat kebijakan, tetapi juga dirasakan manfaatnya hingga ke desa.

“Namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, peran TP Sriwijaya sangat penting,” demikian penegasan Gubernur Mirza dalam sambutannya.

Menurutnya, TP Sriwijaya memiliki posisi strategis untuk mempertemukan pengalaman generasi terdahulu dengan semangat, kreativitas, dan inovasi generasi muda. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui sosialisasi program pembangunan, pendampingan pemuda yang merintis usaha, pemeliharaan kerukunan, serta penyampaian masukan kepada pemerintah daerah.

Gubernur berharap organisasi tersebut tidak sekadar menjadi wadah berhimpun, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kedekatan dengan berbagai kelompok masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program pemerintah sekaligus menyerap kebutuhan dan persoalan yang berkembang di lapangan.

Perhatian terhadap pemberdayaan pemuda menjadi salah satu penekanan dalam sambutan Gubernur. Generasi muda dinilai perlu mendapatkan ruang untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.

TP Sriwijaya diharapkan dapat mengambil bagian dalam proses tersebut dengan mendampingi pemuda yang ingin berwirausaha, memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha, serta membuka peluang pengembangan kapasitas generasi muda hingga tingkat desa.

Langkah itu sejalan dengan visi pembangunan Lampung, yakni **“Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”**, yang bertumpu pada ekonomi inklusif, sumber daya manusia unggul, dan kehidupan masyarakat yang berkeadilan.

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri mendorong pembangunan berbasis desa melalui program prioritas Desaku Maju. Program tersebut mencakup pemanfaatan pupuk hayati cair, penyediaan mesin pengering, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pendidikan vokasi pemuda, serta inisiatif satu desa satu sarjana dan satu desa satu hafiz.

Dalam konteks itu, TP Sriwijaya diharapkan menjadi mitra yang membantu menghubungkan program-program tersebut dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan pemuda sebagai penggerak ekonomi lokal.

Selain pemberdayaan ekonomi, Gubernur Mirza mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Lampung.

Ia mengajak seluruh elemen menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal dalam falsafah Piil Pesenggiri, terutama Nengah Nyappur dan Sakai Sambayan.

Nengah Nyappur mengajarkan keterbukaan dalam kehidupan bermasyarakat, sedangkan Sakai Sambayan menanamkan semangat gotong royong dan saling membantu. Kedua nilai tersebut dinilai penting dalam membangun hubungan antargenerasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan pemuda.

“Falsafah Piil Pesenggiri mengajarkan Nengah Nyappur, yaitu terbuka. Juga Sakai Sambayan, yaitu gotong royong. Mari hidupkan keduanya,” pesan Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Yanyan Ruchyansyah.

Gubernur juga menitipkan tiga pesan kepada generasi muda, yakni merawat persatuan, meningkatkan kemampuan diri dan berwirausaha, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.

Ia mendorong TP Sriwijaya menyusun rekomendasi tertulis dari hasil seminar agar gagasan yang muncul dapat ditindaklanjuti. Perguruan tinggi dan dunia usaha pun diharapkan memperluas pelatihan serta program magang untuk meningkatkan kesiapan pemuda memasuki dunia kerja.

Melalui peran TP Sriwijaya sebagai jembatan antargenerasi, Gubernur berharap semangat persatuan tidak berhenti sebagai seruan seremonial peringatan Sumpah Pemuda, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi berkelanjutan untuk kemajuan Lampung. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *