Pringsewu Disiapkan Jadi Sentra Mocaf
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mempercepat langkah hilirisasi komoditas singkong dengan mendorong pengembangan sentra produksi modified cassava flour (mocaf) di Kabupaten Pringsewu. Menurutnya, upaya ini dinilai strategis untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah berbasis komoditas lokal.
Gagasan tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menerima Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (9/4).
Menurut Gubernur Mirza, pengolahan singkong menjadi mocaf merupakan langkah konkret hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Pengembangan mocaf di Pringsewu menjadi langkah penting dalam diversifikasi pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal,” ujarnya.
Ia menilai Kabupaten Pringsewu memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan hilirisasi singkong di Provinsi Lampung, mengingat ketersediaan bahan baku dan dukungan pelaku usaha di daerah.
Sementara itu, Bupati Riyanto Pamungkas mengungkapkan bahwa Pringsewu telah memiliki industri kecil dan menengah (IKM) yang memproduksi mocaf sebagai alternatif tepung sehat pengganti terigu untuk berbagai olahan pangan.
“Hilirisasi mocaf ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah singkong, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat di setiap tahapan produksi,” kata Riyanto.
Di sisi lain, Tenaga Ahli Bupati Pringsewu, Achmad Subagio, menambahkan bahwa posisi strategis Pringsewu sebagai pusat konektivitas antar-sentra produksi singkong menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan industri mocaf.
“Ketersediaan bahan baku yang melimpah akan memastikan keberlangsungan industri serta membuka peluang peningkatan nilai tambah secara signifikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa program industrialisasi mocaf berpotensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha baru, meningkatkan inklusi keuangan, serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan wilayah.
Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan optimal dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Dengan langkah ini, Lampung menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah sebagai motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (dbs).






